Kebisingan kompresor bukan hanya masalah kenyamanan — paparan kebisingan berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada pekerja dan melanggar regulasi keselamatan kerja (K3). Untungnya, ada beberapa strategi efektif untuk mengelola dan mengurangi kebisingan kompresor tanpa mengorbankan performa.

Teknologi/StrategiTingkat Kebisingan / Efek
Kompresor screw70–80 dB(A)
Kompresor piston80–90 dB(A)
Enclosure akustik + ruang mesin terpisahPengurangan signifikan kebisingan yang dirasakan pekerja
Anti-vibration mountsMencegah kebisingan struktural merambat ke area lain

Pilih Teknologi yang Lebih Senyap Sejak Awal

Seperti dibahas dalam perbandingan screw vs piston, kompresor screw beroperasi pada 70-80 dB(A) dibanding 80-90 dB(A) untuk piston — selisih yang terasa signifikan karena skala desibel bersifat logaritmik. Bagi fasilitas yang sensitif terhadap kebisingan, memilih teknologi screw sejak tahap perencanaan adalah langkah pertama paling efektif.

Ruang Iklan (Google AdSense — Responsive Display Ad)

Enclosure Akustik dan Ruang Mesin Terpisah

Menempatkan kompresor dalam enclosure akustik atau ruang mesin khusus yang terpisah dari area kerja utama dapat mengurangi kebisingan yang dirasakan pekerja secara drastis. Material peredam suara pada dinding ruang kompresor, ditambah pintu kedap suara, dapat menurunkan tingkat kebisingan hingga 15-20 dB(A) di area kerja sekitarnya.

Isolasi Getaran untuk Mencegah Kebisingan Struktural

Kompresor yang dipasang langsung pada lantai atau struktur bangunan tanpa peredam getaran dapat mentransmisikan kebisingan struktural (structure-borne noise) ke area lain di fasilitas, bahkan ke lantai atas. Anti-vibration mounts atau pad karet di bawah unit kompresor secara efektif memutus jalur transmisi getaran ini.

Pertimbangkan kompresor screw KyungWon untuk operasi yang lebih senyap.

Lihat Produk Screw

Dirangkum dari panduan keselamatan kerja dan akustik industri Atlas Copco.